Latest Posts

Showing posts with label Event. Show all posts
Showing posts with label Event. Show all posts

Salaammm!

Selamat kamu sampai juga di Ramadhan 1439 H! Voilaaaa! Artinya kamu dan aku dapet karunia besar! Alhamdulillah!

Ramadhan itu emang bulan yang spesial banget, bukan muslim aja yang menikmatinya tapi yang beragama lain juga. Banyak toke buka lapak dari baju sampai segala hijab. Jalan Panglima Aim itu udah komplit banget, kalian nggak perlu jauh-jauh cari busana ke kota baru lagi. haha.

Nah, kalau tadi mungkin manfaat dari segi ekonomi, bagaimana dengan jiwa atau psikis kita?
kalau versi aku sih, kualitas amalku di Ramadhan kali ini harus berbeda dari sebelumnya. Bahkan aku berusaha bagaimana membeli makanan itu bisa menyentuh nilai-nilai sunnah.

Okeh, kita mulai dari persiapan menyambut Ramadhan 1439 H.
1. Membersihkan Masjid di Komplek
Kebetulan aku tinggal di komplek, dan di dalamnya ada Masjid. Kalau sebelumnya aku cuma tau yang harus dibersihin adalah rumah sendiri, ternyata masjid itu juga butuh perhatian banget. Setelah bergabung dalam remaja masjidnya, aku giat mengajak kawan-kawan untuk Bersih-Bersih Masjid (BBM). Memang sulit mendapat respon anggota, tapi aku berusaha menghibur diri dengan kisah Ummu Mahjan. Aku bersyukur anak-anak kecil di komplek mau membantu dengan senang hati, they are so genuine! Kerjaan jadi berkurang, tapi ngarahinnya itu membuat Hayati hampir tak sanggup. Ckck. Kebaikan mereka ini perlu diarahkan untuk mencegah sikap apatis kelak. Aku berharap suatu hari nanti sensitivitas pemuda di komplek makin bertambah.

2. Terjun jadi photographer amatir di Pawai Ta'aruf
Pawai Ta'aruf adalah salah satu kegiatan besar menyambut bulan suci Ramadhan di Kota Pontianak. Pesertanya dari berbagai sekolah, remaja masjid, komunitas dan umum. Masing-masing membawa pernak pernik untuk menyampaikan pesan menuju dan selama bulan Ramadhan. 
Aku pernah sekali menjadi panitia yang mengawasi satu rombongan pejalan kaki (kafilah). Setelah itu, aku mulai inisiatif untuk mengajak adik sendiri menyaksikan pawai.
Belakangan aku tertarik untuk mengabadikan momen dengan menambah nilai estetika, yakni dengan photography. Aku sering sih pake camera hape, cuman banyak kelemahannya. Kamu memang perlu camera canggih untuk membuat momen itu menjadi perfect. Aku memang udah lama terinspirasi dengan photographer kelas dunia. Foto-foto mereka mampu membuat kita seolah-olah berada dalam dimensi yang sama. Berikut ini foto-foto hasil jepretanku:
Kafilah dari salah satu sekolah

MC Andalan selama Pawai Taaruf 



Dimeriahkan juga oleh komunitas sepeda ontel. OLD BUT GOLD



Dimeriahkan juga oleh Drumband
Panitia dari Remaja Mujahidin Kalbar

3. Sholat Terawih Pertama di masjid pusat kota
Kenapa harus ke masjid kota? Yaps, karena masjid kota adalah magnet seluruh jamaah sholat. Aku ingin merasakan semarak ramadhan dalam keramaian yang khusyuk. Imamnya cakep, tausiyahnya langsung dari yang ahli, belum lagi didukung dengan suasana yang kondusif. Pokoknya tenang dan syahdu selama sholat tarawih, ndak tegang macam nonton Motto GP. Haha.

4. Mengaji dan Mengkaji
Jujur aja aku memang belum kuat mengkhatamkan Al-Qur'an sebulan, aku pernah berhasil sekali, nggak inget Ramadhan kapan tapi rasanya ada yang kurang. Aku ingin mempelajari Al Qur'an dengan lebih bermakna. Aku juga tidak ingin terjebak dalam ritual kuantitas tetapi jauh dari kualitas.

Belajar dari kajian Ustadz Nuzulul Dzikri yang mengajarkan tentang kurikulum dakwah, aku semakin sadar bahwa kurikulum itu penting. Setiap orang berada dalam kelas-kelas tertentu, level-level berbeda, semoga kita bisa respect satu sama lain.
Sesungguhnya amal sholeh itu dilaksanain sesuai kemampuan, metode pun harus benar, sehingga kita bisa terus menjaga semangat perubahan diri agar bisa sedekat mungkin dengan apa yang telah Rasulullah contoh dan ajarkan.

5. Sederhana dalam Berbuka
Belajar dari kajian Ustadz Khalid Basalamah, beliau berpesan bahwa esensi dari makan itu adalah kenyang (bukan kekenyanyangan ya hehe). Aku juga sering-sering mengingat nasib kaum muslimin di Gaza dan Suriah, jadi aku berusaha menahan kepengen ini dan itu, kepengen banyak sekali kayak lagu Doraemon. haha

Ok, cukup sampai di sini aja, aku khawatir jadi terkesan show off atau "cam ye ye" kate orang melayu. Semoga aktivitas ku ini bisa menginspirasi kalian ya, guys. Kalau kalian punya pengalaman lain silahkan berbagi di kolom komentar. Terimakasih sudah mampir. 





Oleh : Yunita Kusumawardani
Salaamm…
Alhamdulillah, ane dapat rezeki ke luar negeri sama pihak beasiswa. Insya Allah Februari 2015 sudah akan study tour ke negara tetangga. Doain kegiatannnya lancar ya Gan, trus…semoga kegiatan ini dapat membuka cara pandang kekhalifan ane di muka bumi ini. Karena apa? Ane pernah dengar, kalau kita bisa pergi lebih jauh, maka semakin banyak yang kita lihat, semakin kompleks juga permasalahan yang teramati, sehingga sampailah kita pada cara pandang yang lebih arif, kemudian lahirlah konsep diri “tanggung jawab”, kita tidak hanya bertanggung jawab untuk menyelamatkan diri dari siksa akhirat, tapi juga orang lain.  Nah, untuk dapat mengajak orang lain ini dibutuhkan keahlian khusus, kalau bahasa kerennya sih disebut leadership skill.
Banyak sekali permasalahan yang muncul dalam negeri ini bahkan dunia, memang sih kita sedang menuju akhir zaman, namun, jangan sampai kita termasuk dalam tanda-tanda negatif akhir zaman. Karena sepenggal ayat amr ma’ruf nahi mungkar itu bukan sekedar quote tapi tetap harus diterapkan sepanjang zaman dan selamanya.
Ane sadari masalah di negeri ini sangat kompleks, dari urusan pendidikan, kesehatan, keamanan, kebersihan, kerukunan, kerudung, kebandung, keketapang. Haha. Tapi, itu semua harus dihadapi dengan sersan,  serius tapi santai.
Di Kota kecil tempat ane tinggal itu, Gan. Masih mudah ditemui anak kecil yang meminta-minta di lampu merah, lansia yang mengemis di pasar, supermarket, pom bensin bahkan masjid, dan orang gila yang mondar mandir di pinggiran jalan. Ada apa dengan pemerintah daerah sampai terkesan lupa menjaring masalah ini? 
Sumbe gambar : Google
 
Sebenarnya, kalau urusan tunjuk menunjuk siapa yang salah dalam permasalahan ini memang kurang arif diterapkan, makanya ane ikut aja dalam kegiatan kepemudaan yang berjiwa volunteer dan turut berkontribusi untuk mengikis kerak masalah ini, maklum aja berapa kali ganti gubernur, walikota, or bupati masih aja nih masalah muncul. Walaupun, ane tetap mendukung mahasiswa yang turun ke jalan alias demo. Tapi, demo itu kebanyakan berisi tuntutan, coba deh diubah redaksinya, misalnya mengutarakan berbagai solusi dari tulisan PKM yang pernah dikompetisikan kepada pemerintah, kan Kereeeen. Mahasiswa itu fresh dan energik loh, kita musti menegur orang-orang tua yang masih suka dengan kebijakan tidak populer alias cara lama yang kurang kreatif tif tif. 
Sumber gambar: Google
Kalau sampai pada forum dalam luar negeri nanti, ane yakin akan ada perasaan ciut karena kita terkesan tertinggal dari mereka. Namun, ane yakin masing-masing negara punya proses dan cara yang berbeda untuk menjadi lebih baik. Boleh jadi kita dipandang rendah dalam tingkat perekonomian, tapi kita lebih sopan dalam bergaul. Gotong royong menjadi cara pandang kita untuk melakukan kerja bakti, tugas kepanitiaan, main playstation sampai pada urusan ujian dalam kelas. Haha. Itu oknum. Biarlah semua itu menjadi proses, asal kita tetap konsisten untuk berusaha menjadi lebih baik. Semoga pelajaran yang ane dapat dari negeri sebrang bisa ane share n practice kan nanti. Semoga makin banyak solusi yang hadir bagi sekelumit masalah ibu pertiwi. Bagaimanapun juga hidup di Indonesia lebih enak dari negara lain, karena sedikit-sedikit buang sampah gak ada hitung denda. Hehe. Tapi tetap aja dicatat dosanya sama Bung Atid. Sekian.




“Beasiswa ibarat musim mangga” kata bang Fuadi dalam seminar berburu beasiswa luar negeri  yang diadakan di Auditorium Universitas Tanjungpura (15/12).
Gambar ini diambil dari Facebook fanspage Negeri 5 Menara
Sekali lagi kalimat yang suda tidak asing lagi bagi kita mengaung-ngaung di langit auditorium, ”Man Jadda wa Jadda!” Beasiswa tidak untuk orang pintar tapi untuk orang yang bersunguh-sunguh.
Dalam presentasinya, bang Fuadi menunjukkan foto-foto saat ia berkeliling dunia, dan tentu saja semua peserta menjadi ngiler termasuk ane. Apalagi kalau ngeliat fotonya sebagai wartawan VOA di Amerika Serikat. Maklum la, ane ada keinginan jadi wartawan internasional. Hehehe.
Kini, usia Bang Fuadi berkisar 41 tahun dan sudah meraih 9 beasiswa. “Beasiswa itu bisa dalam periode yang pendek sampai panjang” jelasnya.
Ia juga ditemani seorang stakeholder dari AMINEF yang menginformasikan program beasiswa. Over all, beasiswa ini tidak didapat semudah membalikkan telapak tangan, tapi perlu dilakukan prepare and planning berbulan-bulan sampai tahunan. We can say “Get out from your fucking comfort zone!”
Lagi-lagi yang membuat berat peserta mengikuti program beasiswa adalah tes TOEFL, IELTS, IBT, and etc. Wah, kalau dinget-inget ane udah dua kali dapat sertifikat TOEFL, itupun skor TOEFL Prediction yang belum nyampai 500.
Bang Fuadi juga menjelaskan bahwa bahasa itu adalah kebiasaan. Barang siapa yang mau tekun berlatih, pasti TOEFL nya nyampai target.
Dalam kesempatan itu, ane sempat bertanya “bolehkah kita mengikuti banyak program beasiswa sekaligus dalam waktu yang sama?” Bang Fuadi jawab deh “Boleh, dan itu bukan masalah” Semoga aja ya, coz kalau ane keterima di Eropa atau Amerika suatu hari nanti kan itu buat ane galau. OMG, PD banget sih lo! LOl
Eng ing eng, ternyata sebagai penanya pertama, ane dapat door prize dari bang Fuadi. Ini loh bukunya. Horee!!!
Selanjutnya, ada acara talk show bareng beberapa alumni penerima beasiswa dari Australia, Jerman, Amerika, dan Jepang yang dimoderatori langsung oleh bang Fuadi. Entah mengapa, serasa berada dalam studio Kick Andy. Hehehe.
3 bapak dan 1 ibu ini semuanya dari Universitas Tanjungpura. Ane paling ingat dengan pak Ferry Hadari sebagai alumni penerima beasiswa di Jepang.
Beasiswa kuliah di Jepang ini tidak menginginkan bahasa Inggris sebagai bahasa penghubung, Guys. Jepang mensyaratkan penerima beasiswa harus mampu lolos bahasa Jepang tingkat 4 atau memahami 2000 kanji. OMG !
Apakah anda bisa menjadi Scholarship holder? Only you can answer it. MAN JADDA WA JADDA!!! Ganbattene Kudasai !!!



Assalamu’alaikum temen-temen
Akhirnya bisa posting juga, ane mau cerita ni pengalaman di acara kuroshio symposium yang diadakan oleh Universitas Tanjungpura dan Univesiti Malaysia Sarawak.
Temen-temen tau kan apa itu symposium. Hm, buat yang amnesia, ane kasi tau lagi ni, symposium itu kaya’ pidato pendek yang dipimping oleh moderator. Kebetulan Kuroshio science sendiri udah yang ke 7 dan dilaksanakan selama 3 hari, 21-23 November 2013 di Pontianak.
Kuroshio? Apa ya?! Kebetulan waktu Sir Plutomeo M Nieves menyampaikan pidatonya ane tidak terlalu paham, cz aksennya Filipina banget. Intinya, dari beberapa orang yang tampil, Kuroshio banyak membahas tentang saving the nature.
Waktu itu, ane cuma sempat datang tgl 22 November jam 8.00 – 11.30 WIB. Acaranya molor sampai jam 9. But still, Ane beruntung bisa duduk bersama dengan teman-teman dari internasional. Ada yang dari Malaysia of course, Thailand, Filipina, Taiwan, dan Jepang is my favorite.
Ane dapat kesempatan menyimak presentasi dari Motomi Sensei yang mempresentasikan tentang “Effect of Macrophytes on Lake Entrophication and Restoration in Relation to Lake Morphometry". To be honest, ane gak banyak ngerti maksud penelitiannya. Ane nyesel banget gak bawa dictionary waktu itu. Bahasanya saintis banget bok! Aniwei, dosen-sosen dari Universitas Tanjungpura juga gak kalah keren mempersentasikan penelitiannya.
By the way, mc dan moderator nya dari temen-temen ISA Untan loh!. ISA adalah singkatan dari international student ambassador of tanjungpura university. Mereka, Yuvika, Tajul Anshor F. H. , Septami Setiawati, Melifa Gardenia, Monica Apriyana Limas, Albert Suryajaya, Ali Murtadlo were icon for Untan. Top Markotov deh!
Foto diambil dari fb International Office Tanjungpura University
Pengalaman ini memang kurang memuaskan sih, cz bersamaan dengan jadwal kuliah. Tapi semoga yang sedikit ini mampu memotivasi keberanian berprestasi kancah internasional. Semoga Allah memudahkan. Aamiin.
Oleh-oleh dari Symposium :)
 




Pertama dan yang utama dari tulisan ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah swt, karena berkat ridla-Nya, saya bisa tetap fit dan cukup terkendali dari segi emosional mengikuti kegiatan Pekan Kimia (PK). Sebagai PJ (Penanggung Jawab) Expo PK kelas A2 mahasiswa angkatan Pendidikan Kimia 2012, saya dibebani tugas tambahan selain menjadi mahasiswa biasa yang banyak tugas kelompok dan laporan, juga mengatur, mengurus dan mengawasi stand expo A2.
Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman A2 atas kesukarelaan tenaga dan bensin selama proses pengerjaan mading 3D. Juga kepada teman-teman reg B dan senior yang turut menjaga mading selama kami kuliah pagi. Pokoknya terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyukseskan PK ini. Luar biasa.
Semua kegiatan PK dapat antum lihat dipostingan sebelumnya, dan Alhamdulillah berlangsung sukses. Menimbang beberapa masalah yang menghambat, itu merupakan hal yang wajar karena tidak ada kegiatan yang sempurna, pasti ada cacatnya.
PK tahun ini diikuti oleh 276 peserta dari Kota Pontianak sampai Kubu Raya. Walaupun visinya PK  sampai ujung utara, selatan dan timur Kalbar (Sambas, Ketapang, dan Putussibau), namun jumlah peserta saat ini sudah menunjukkan progress dari tahun lalu.
Panitia tahun ini sangat aggresif dalam memeriahkan acara PK, terlebih ketua Expo Kimia, Deno Hariyadi tak pernah menunjukkan wajah kehilangan ion-ion justru sebaliknya. Ia selalu bersemangat. Saya beruntung menjadi bagian dari tenaga kerjanya. Beliau adalah ketua yang inspirator.
Expo Kimia dipamerkan untuk menunjukkan bahwa anak kimia, khusunya mahasiswa pendidikan kimia FKIP Universitas Tanjungpura juga bisa memamerkan karya seni yang menonjolkan identitasnya. Ini dia gambar mading 3D dari beberapa stand:
Stand Expo Kimia Mahasiswa P. Kimia reg B ag. 2012


(PONTIANAK) Setelah mengadakan kegiatan besar yakni Pelaksanaan dan PengAplikasian Tri Dharma atau disebut PePTIDA di Mempawah, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Kimia (Himdika) FKIP Untan akan mengadakan kegiatan PEKAN KIMIA. Pekan kimia memiliki jargon “Melahirkan kimiawan muda kalbar yang cerdas, aktif , dan berbudi luhur”. Pekan kimia saat ini diketuai oleh Ignatius Bambang. Pekan kimia akan berlangsung mulai 4-10 Maret 2013. Pekan Kimia berisi kegiatan lomba yang diperuntukkan bagi peserta siswa SMP dan SMA atau sederajat yang ada di Pontianak dan sekitarnya. Kegiatan di dalamnya berupa Lomba Chemistry competition, LCT, Penjelajahan, Pekan Seni Kimia, LKTI, dan eksperimen.
Pekan kimia juga akan diisi oleh Expo Kimia yang diketuai oleh Deno Hariyadi. Expo kimia merupakan pameran tentang hal-hal yang berbau kimia. Expo juga akan memamerkan mading 3D. Expo kimia dipusatkan di gedung Pobu. (yn)