Tuesday, June 19, 2012

Golongan yang Mendapat Perlindungan Allah

Masjid Al Muhajirin
oleh: Yunita Kusumawardani

Masjid Al Muhajirin memberikan kesan pertama bagi ane sewaktu pertama kali hijrah dari Jeruju menuju Pontianak Selatan (Sekarang Kubu Raya) tahun 2000 silam. Sehingga ane nggak pernah lupa menoleh ke arah masjid ini sewaktu masuk komplek. Hari ini mata ane menangkap beberapa remaja cowok sedang mengecat masjid yang berdiri di komplek perumahan. Ane salut sama hasil pekerjaan mereka yang membuat masjid menjadi lebih indah dan elok walau harus berpanas-panas di bawah terik Matahari.
Remaja sedang sibuk mengecat bagian dalam Masjid Al- Muhajirin, setelah menyelesaikan bagian luarnya (12/6)

 Ane teringat sama ceramah alm. KH. Zainudin MZ tentang 7 golongan manusia yang nantinya di hari akhir akan mendapatkan perlindungan Allah swt dimana tiada lagi perlindungan ketika itu selain perlindangan-Nya. Salah satu dari 7 golongan itu ialah "orang yang hatinya terpaut pada masjid".
Ane memang tidak banyak tahu secara spesifik maksud "orang yang hatinya terpaut pada masjid". Apakah mereka yang sering I’tikaf/adzan/tadarus/jamaah,dll di dalamya.
            Sumber yang ane dapat dari http://zarkasih20.blogspot.com. Dalam blognya memparkan bahwa Imam Nawawi menerangkan dalam kitabnya syarhun-nawawi lil-muslim tentang sabda Nabi: “seseorang yang hatinya terpaut kepada masjid” : yaitu orang yang sangat cinta masjid dan selalu sholat berjamaah di dalamnya, bukan siapa-siapa yang hanya sering duduk atau berdiam di masjid.
            Honestly, sobat... hati ane kurang merasa puas kalau hanya mereka yang selalu sholat berjamaah di dalamnya. Kenapa? Karena bagaimana masjid bisa menjadi kompeten tanpa kegiatan selain sholat di dalamnya. Rasulullah saja menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan, seperti musyawarah, dan pengaduan masyarakat.
            Masjid sekarang banyak yang indah seperti Pallace, namun sepi jamaah. Tak terkecuali Masjid Al Muhajirin. Ane seorang wanita, kadang kasian dengan muadzin di sana, sudah Lansia, sehingga nafasnya terputus-putus sewaktu adzan. Sampai-sampai ane berfikir “coba ane cowok, udah ane gantiin tuh aki!” #plak! Kesel sih cause kemana pemuda zaman sekarang...ckck. Memang kesibukan sehari-harilah yang membuat langkah malas menuju masjid namun mari berjihad untuk memakmurkan masjid hanya 15 menit saja. Bukankah ini termasuk hak rohani yang harus kita turutkan?
            Ane berharap kegiatan seperti remaja masjid, pengajian, bahkan menghafal Al-Qur’an bisa tumbuh asri di masjid, sehingga semarak Islam membahana tidak hanya di desa bahkan di kota besar.
            Kegiatan seperti merawat masjid melaui membersihkan dan mengecatnya merupakan langkah awal untuk menjadi muslim yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Semoga Masjid Al Muhajirin kembali ramai jamaah muda-mudi seperti masa kecilku dulu.

0 comments:

Post a Comment

Butuh kritik dan saran yang membangun di sini.
Terima kasih

Total Pageviews